Product SiteDocumentation Site

10.4. Kualitas Layanan

10.4.1. Prinsip dan Mekanisme

Quality of Service (Kualitas Layanan atau disingkat QoS) mengacu ke sekumpulan teknik yang menjamin atau memperbaiki kualitas layanan yang disediakan ke aplikasi. Teknik paling populer melibatkan penggolongan trafik jaringan ke dalam kategori-kategori, dan membedakan penanganan trafik sesuai dengan kategori yang menaunginya. Penerapan utama dari konsep layanan terdiferensiasi ini adalah traffic shaping, yang membatasi laju transmisi data untuk koneksi yang terkait dengan beberapa layanan dan/atau host agar tidak membuat jenuh lebar pita yang tersedia dan mencekik layanan penting lain. Traffic shaping khususnya sangat cocok bagi trafik TCP, karena protokol ini secara otomatis menyesuaikan ke lebar pita yang tersedia.
Mungkin juga untuk mengubah prioritas pada lalu lintas, yang memungkinkan memprioritaskan paket-paket yang berhubungan dengan layanan interaktif (seperti ssh dan telnet) atau ke layanan yang hanya berhubungan dengan blok-block kecil data.
Kernel Debian menyertakan fitur-fitur yang diperlukan untuk QoS bersama dengan modul-modul terkait. Modul ini banyak, dan masing-masing menyediakan layanan berbeda, terutama skeduler khusus untuk antrian paket IP; berbagai macam perilaku skeduler tersedia mencakup seluruh kemungkinan persyaratan.

10.4.2. Mengkonfigurasi dan Mengimplementasi

Parameter QoS ditetapkan melalui perintah tc (yang disediakan oleh paket iproute ). Karena antarmukanya cukup kompleks, dianjurkan menggunakan alat-alat dengan tingkat lebih tinggi.

10.4.2.1. Mengurangi Latensi: wondershaper

Tujuan utama dari wondershaper (dalam paket yang bernama sama) adalah untuk meminimalkan latensi independen dari beban jaringan. Hal ini dicapai dengan membatasi total lalu lintas ke nilai yang sedikit kurang dari nilai saturasi link.
Sekali suatu antarmuka jaringan dikonfigurasi, menyiapkan pembatasan trafik ini dicapai dengan menjalankan wondershaper antarmuka laju_unduh laju_unggah. Antarmuka bisa berupa eth0 atau ppp0 misalnya, dan kedua kecepatan dinyatakan dalam kilobit per detik. Perintah wondershaper remove antarmuka menonaktifkan kendali trafik pada antarmuka yang dinyatakan.
Untuk sambungan Ethernet, skrip ini terbaik dipanggil tepat setelah antar muka dikonfigurasi. Hal ini dilakukan dengan menambahkan arahan up dan down ke berkas /etc/network/interfaces yang memungkinkan perintah-perintah yang dideklarasikan dijalankan, masing-masing, setelah antar muka dikonfigurasi dan sebelum itu di-dekonfigurasi. Sebagai contoh:

Contoh 10.9. Perubahan dalam berkas /etc/network/interfaces

iface eth0 inet dhcp
    up /sbin/wondershaper eth0 500 100
    down /sbin/wondershaper remove eth0
Dalam kasus PPP, menciptakan sebuah skrip yang panggilan wondershaper di /etc/ppp/ip-up.d/ akan memungkinkan kontrol lalu lintas segera setelah sambungan hidup.

10.4.2.2. Konfigurasi Standar

Barring a specific QoS configuration, the Linux kernel uses the pfifo_fast queue scheduler, which provides a few interesting features by itself. The priority of each processed IP packet is based on the DSCP field (Differentiated Services Code Point) of this packet; modifying this 6-bit field is enough to take advantage of the scheduling features. Refer to https://en.wikipedia.org/wiki/Differentiated_services#Class_Selector for more information.
The DSCP field can be set by applications that generate IP packets, or modified on the fly by netfilter. The following rules are sufficient to increase responsiveness for a server's SSH service, note that the DSCP field must be set in hexadecimal:
nft add table ip mangle
nft add rule ip mangle PREROUTING tcp sport 22 counter ip dscp set 0x04
nft add rule ip mangle PREROUTING tcp dport 22 counter ip dscp set 0x04