Product SiteDocumentation Site

10.8. DHCP

DHCP (untuk Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang dengannya suatu mesin dapat secara otomatis mendapatkan konfigurasi jaringannya ketika boot. Ini memungkinkan sentralisasi manajemen konfigurasi jaringan, dan memastikan bahwa semua mesin desktop mendapatkan pengaturan yang serupa.
Sebuah server DHCP menyediakan banyak parameter terkait jaringan. Yang paling umum adalah alamat IP dan mesin masuk jaringan mana, tetapi juga bisa menyediakan informasi lainnya, seperti server DNS, server WINS, server NTP, dan sebagainya.
Internet Software Consortium (juga terlibat dalam mengembangkan bind) adalah penulis utama dari server DHCP. Paket Debian yang cocok adalah isc-dhcp-server.

10.8.1. Mengkonfigurasi

The first elements that need to be edited in the DHCP server configuration files (/etc/dhcp/dhcpd.conf, and /etc/dhcp/dhcpd6.conf for IPv6) are the domain name and the DNS servers. If this server is alone on the local network (as defined by the broadcast propagation), the authoritative directive must also be enabled (or uncommented). One also needs to create a subnet section describing the local network and the configuration information to be provided. The following example fits a 192.168.0.0/24 local network with a router at 192.168.0.1 serving as the gateway. Available IP addresses are in the range 192.168.0.128 to 192.168.0.254.

Contoh 10.15. Kutipan dari /etc/dhcp/dhcpd.conf

#
# Sample configuration file for ISC dhcpd for Debian
#

# The ddns-updates-style parameter controls whether or not the server will
# attempt to do a DNS update when a lease is confirmed. We default to the
# behavior of the version 2 packages ('none', since DHCP v2 didn't
# have support for DDNS.)
ddns-update-style interim;

# option definitions common to all supported networks...
option domain-name "internal.falcot.com";
option domain-name-servers ns.internal.falcot.com;

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

# If this DHCP server is the official DHCP server for the local
# network, the authoritative directive should be uncommented.
authoritative;

# Use this to send dhcp log messages to a different log file (you also
# have to hack syslog.conf to complete the redirection).
log-facility local7;

# My subnet
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
    option routers 192.168.0.1;
    option broadcast-address 192.168.0.255;
    range 192.168.0.128 192.168.0.254;
    ddns-domainname "internal.falcot.com";
}

10.8.2. DHCP dan DNS

Fitur bagus adalah pendaftaran otomatis klien DHCP di zona DNS, sehingga setiap mesin mendapat nama yang signifikan (daripada sesuatu yang impersonal seperti mesin-192-168-0-131.internal.falcot.com). Menggunakan fitur ini memerlukan konfigurasi server DNS untuk menerima update bagi zona DNS internal.falcot.com dari server DHCP, dan mengkonfigurasi yang terakhir untuk mengirimkan pambaruan bagi setiap pendaftaran.
In the bind case (see Bagian 10.7.1, “DNS software”), the allow-update directive needs to be added to each of the zones that the DHCP server is to edit (the one for the internal.falcot.com domain, and the reverse zone). This directive lists the IP addresses allowed to perform these updates; it should therefore contain the possible addresses of the DHCP server (both the local address and the public address, if appropriate).
allow-update { 127.0.0.1 192.168.0.1 212.94.201.10 !any };
Berhati-hatilah! Zona yang dapat diubah akan diganti oleh bind, dan yang kedua akan menimpa berkas-berkas konfigurasi secara berkala. Karena prosedur ini otomatis menghasilkan berkas yang kurang terbaca-manusia daripada ditulis secara manual, para administrator Falcot menangani domain internal.falcot.com dengan server DNS yang didelegasikan; ini berarti berkas zona falcot.com tetap tegas di bawah kontrol manual mereka.
The DHCP server configuration excerpt above already includes the directives required for DNS zone updates: they are the ddns-update-style interim; and ddns-domain-name "internal.falcot.com"; lines.